Jawapes Lumajang - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menggelar pelatihan pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhut) di Petak 13G, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Candipuro, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasirian, kawasan Tirtowono Jarit, Kabupaten Lumajang, Selasa (30/06).Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026 melalui penguatan sinergi lintas sektor.
Pelatihan dihadiri Wakil Administratur/KSKPH Probolinggo Kartiman, Wakil Administratur/KSKPH Lumajang Soegiharto Aries Soebagiyo, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang Sultan beserta jajaran, para Asper/KBKPH, serta Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) lingkup KPH Probolinggo.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi teori mengenai pencegahan dan penanggulangan karhutla, sekaligus mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan metode manual, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta berbagai teknik pengendalian kebakaran di lapangan. Peserta juga dibekali praktik penggunaan pompa air portabel, pembuatan sekat bakar (firebreak), deteksi dini titik api, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam penanganan kebakaran hutan.
Administratur Perhutani KPH Probolinggo melalui Wakil Administratur/KSKPH Probolinggo, Kartiman, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kapasitas personel dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan keterampilan petugas dalam mendeteksi dini potensi kebakaran serta melakukan pemadaman secara cepat, tepat, dan aman. Selain penguasaan teknik pemadaman, peserta juga dibekali penggunaan peralatan pemadam dan prosedur keselamatan kerja agar mampu menjalankan tugas secara profesional di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang, Sultan, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
“Kawasan hutan di wilayah Tapal Kuda saling terhubung, sehingga penanganan karhutla memerlukan koordinasi, komunikasi, dan standar operasional yang sama. Dengan sinergi yang kuat, upaya pencegahan maupun penanggulangan kebakaran dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu,” ungkapnya.
Melalui pelatihan yang diselenggarakan bersama BPBD Kabupaten Lumajang ini, Perhutani KPH Probolinggo berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna meningkatkan kesiapsiagaan personel, meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta mendukung terwujudnya pengelolaan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan.
( Eko/Humas)
View
إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments