Proses penutupan pintu samping dapur sppg.
Jawapes, Probolinggo – Redam polemik, pintu samping bangunan SPPG di Jalan Indragiri akhirnya Dilas permanen, pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB sebagai tindak lanjut atas keberatan warga sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan.
Penutupan dilakukan dengan memperkuat konstruksi pintu berbahan seng aluminium menggunakan besi pada sisi dalam dan luar bangunan, kemudian seluruh sambungan dilas sehingga akses itu tidak lagi dapat difungsikan sebagai jalur operasional. Meski belum ditutup menggunakan pasangan tembok, pintu dipastikan tidak bisa dibuka kembali.
Langkah tersebut menjadi komitmen yang sebelumnya disampaikan manajemen SPPG untuk menghentikan penggunaan akses samping. Pihak pengelola menyatakan tidak pernah berniat untuk menimbulkan konflik dengan masyarakat dan sudah merencanakan penutupan, namun pelaksanaannya sempat tertunda karena faktor pekerjaan yang cukup padat.
Sebelum dilakukan pengelasan permanen, aktivitas keluar masuk melalui pintu tersebut juga telah dihentikan beberapa hari setelah warga menyampaikan keberatan. Pengelola memilih menghentikan operasional sambil menunggu proses penutupan selesai.
Persoalan mencuat setelah warga memprotes keberadaan akses yang terhubung ke lingkungan perumahan. Keberatan itu kemudian disampaikan kepada pengembang perumahan, hingga akhirnya kesepakatan untuk menutup akses secara permanen.
Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Dasno, sekaligus pengelola dapur sppg tersebut mengatakan proses penutupan telah selesai dilakukan pada hari ini Sekitar pukul 11.00 WIB pintu itu sudah dilas permanen. Ini merupakan bentuk komitmen pengelola untuk menyelesaikan persoalan yang sempat menjadi perhatian warga," ujar Dasno dengan singkat.
Dia menambahkan, "apabila keberatan dari masyarakat disampaikan sebelum pembuatan akses dilakukan, pintu tersebut dipastikan tidak akan dibangun sejak awal." Imbuhnya
Sementara dari Perwakilan warga Jalan Indragiri, Onik H. (58), mengapresiasi langkah pemilik usaha yang akhirnya menutup akses tersebut. "Alhamdulillah persoalan ini selesai dengan baik meski belum pernah bertemu langsung dengan pemiliknya. Harapan kami sejak awal hanya agar lingkungan tetap nyaman dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," ungkapnya kepada Jawapes. Sabtu (11/7/2026) Sore.
Onik juga mengaku sebelumnya warga sempat kesulitan berkomunikasi karena pemilik usaha jarang berada di lokasi, namun akhirnya solusi dapat diwujudkan melalui penutupan permanen pintu samping tersebut.(Id)
View

إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments