Jangan Terjebak Mitos SMP Negeri! Sekolah Swasta Bisa Gratis, Masa Depan Anak Lebih Penting daripada Gengsi

Jaringan Warga Peduli Sosial Jawapes

Jawapes, Surabaya – Paradigma bahwa masa depan anak hanya ditentukan oleh sekolah negeri perlu diluruskan. Setiap Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), ribuan orang tua berebut bangku SMP negeri karena menganggap bebas uang gedung dan SPP. Padahal, kebutuhan pendidikan seperti seragam, buku, alat tulis, transportasi, dan perlengkapan sekolah tetap harus dipenuhi, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Bagi keluarga mampu, biaya pendidikan bukan menjadi persoalan. Namun bagi keluarga kurang mampu, pemerintah telah menyiapkan berbagai program bantuan agar anak tetap bisa bersekolah tanpa terkendala biaya, termasuk di sekolah swasta.

Ketua Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto, ST., CPLA, menegaskan masyarakat tidak perlu memaksakan diri mengejar sekolah negeri hingga mengorbankan masa depan anak.

"Jangan sampai anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena mengejar sekolah negeri. Yang terpenting adalah anak tetap bersekolah. Pemerintah sudah menyiapkan berbagai program agar siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa memperoleh pendidikan, termasuk di sekolah swasta," tegas Rizal, Sabtu (11/7/2026).

Rizal menjelaskan pemerintah telah menyediakan Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Program Pendidikan Daerah (Popda), serta jalur afirmasi minimal 5 persen di setiap sekolah swasta yang wajib diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin. Di Kota Surabaya juga tersedia Beasiswa Pemuda Tangguh yang membantu pembiayaan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Menurutnya, masyarakat perlu mengubah pola pikir bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh status sekolah negeri atau swasta, melainkan oleh kualitas belajar, semangat siswa, dan dukungan keluarga.

"Jangan takut memilih sekolah swasta. Banyak jalur bantuan yang telah disiapkan pemerintah. Yang harus diperjuangkan bukan sekadar status sekolahnya, tetapi masa depan dan prestasi anak," ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian selama proses SPMB 2026, Yayasan Jawapes Indonesia Emas membuka Posko Pendampingan SPMB untuk memberikan konsultasi dan pendampingan gratis kepada masyarakat terkait pemilihan sekolah, jalur afirmasi, Program Pendidikan Daerah (Popda), Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, serta berbagai program bantuan pendidikan lainnya agar tidak ada anak yang gagal melanjutkan sekolah karena kendala informasi maupun biaya.

Rizal juga mengingatkan bahwa sekolah swasta bukan lagi pilihan terakhir. Dengan dukungan berbagai program bantuan pemerintah, banyak sekolah swasta kini dapat diakses secara gratis atau dengan biaya yang sangat ringan bagi masyarakat kurang mampu.

"Jangan biarkan anak putus sekolah hanya karena salah persepsi. Negara sudah hadir melalui PIP, KIP Kuliah, Popda, jalur afirmasi sekolah swasta, dan berbagai beasiswa daerah. Manfaatkan seluruh fasilitas tersebut, karena masa depan anak jauh lebih penting daripada gengsi memilih sekolah," pungkasnya. (Red)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

أحدث أقدم

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan