Hari Kedua GASPOL 2026 Cetak Generasi Kreatif, Sehat, dan Siap Berwirausaha


Jawapes Surabaya – Hari kedua GASPOL 2026 (Gerakan Apresiasi Surabaya Prestasi, Orientasi Lokal) di Balai Kota Surabaya, Sabtu (25/7/2026), menghadirkan rangkaian kegiatan yang menggabungkan pendidikan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan kewirausahaan sebagai upaya mencetak generasi Surabaya yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.

Kegiatan diawali dengan Lomba Mewarnai tingkat PAUD-TK serta Lomba Menggambar SD kelas 1–3 dan kelas 4–6. Para pemenang menerima piala dan sertifikat dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak sejak usia dini.


Usai lomba, Pendongeng Nasional Kak Harris (Harris Rizki Akhiruddin) bersama Boneka Ayis menghibur sekaligus mengedukasi peserta tentang gizi seimbang, kebersihan, dan pola hidup sehat melalui dongeng interaktif.

"Anak-anak lebih mudah menerima pesan kesehatan melalui cerita. Mereka belajar sambil bermain sehingga kebiasaan hidup sehat dapat ditanamkan sejak dini," ujar Kak Harris.

Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Remo oleh Nayyara Nadhifa dan Tari Bujang Ganong oleh Maulana Sabil sebagai wujud pelestarian seni budaya daerah.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan Talkshow Warung Kopi Suroboyoan bertema "Modal Nol Bisa Menjadi Bos" yang membahas cara memulai usaha tanpa modal besar sekaligus memperkenalkan berbagai program pemberdayaan ekonomi Pemerintah Kota Surabaya.

Muhammad Miftachudin, S.M., Ketua Tim Kerja Pembinaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya mewakili Kepala Dinkopdag Mia Santi Dewi, S.H., M.Si., mengatakan Pemerintah Kota Surabaya terus membuka akses pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan UMKM agar masyarakat semakin mudah memulai usaha.

"Jangan takut memulai usaha. Manfaatkan pelatihan, pendampingan, dan program pemberdayaan yang telah disiapkan Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi," katanya.

Founder dan CEO Energeek, Aditya Tanjung, menegaskan keberhasilan usaha tidak ditentukan besarnya modal, tetapi oleh kemauan belajar, kreativitas, keberanian memulai, dan kemampuan memanfaatkan teknologi.

"Di era digital, modal terbesar adalah kompetensi dan kreativitas. Siapa pun bisa menjadi pengusaha jika terus belajar, berani mencoba, dan mampu melihat peluang," ujarnya.

Talkshow dipandu Joanna Kusumadewi Suwito, Ning Persahabatan Surabaya 2019, dengan moderator Ning Michelle, Wakil III Ning Surabaya 2024.

Ketua Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto, ST., CPLA., mengatakan GASPOL merupakan gerakan kolaborasi yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, budaya, peluang kerja, dan kewirausahaan.

"GASPOL bukan sekadar festival. Kami ingin membangun karakter anak sejak dini, melahirkan generasi muda yang siap bekerja, berani berwirausaha, serta memanfaatkan berbagai program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan. Ketika anak-anak berprestasi dan pemuda berani menciptakan lapangan kerja, masa depan Surabaya akan semakin kuat," tegas Rizal.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas, GASPOL 2026 menjadi ruang edukasi, budaya, dan pemberdayaan ekonomi yang mendorong lahirnya generasi Surabaya yang kreatif, berprestasi, berbudaya, siap kerja, siap berwirausaha, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Red)




Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan