GASPOL 2026 Resmi Ditutup, Dari Belajar Menjadi Berkarya, Dari Mencari Kerja Menjadi Pencipta Lapangan Kerja

LSM Jaringan Warga Peduli Sosial

Jawapes Surabaya – GASPOL 2026 (Gerakan Apresiasi Surabaya Prestasi, Orientasi Lokal) resmi ditutup di Balai Kota Surabaya, Minggu malam (26/7/2026), setelah selama tiga hari menghadirkan kolaborasi pendidikan, budaya, dunia kerja, UMKM, dan transformasi digital sebagai ruang lahirnya generasi Surabaya yang berprestasi, berbudaya, dan berdaya saing.

Malam penutupan dipandu Sisca Widuri dari Komunitas Budaya Jawa (KPJ). Dengan penampilan memukau dari Samuga (Saman SMA Muhammadiyah 3 Surabaya). Suasana semakin semarak melalui penampilan Macapat dan Jula-Juli dari Sanggar Seni Kartika Budaya pimpinan Angelica yang mengajak seluruh pengunjung bergoyang bersama, menjadi penutup yang hangat sekaligus menegaskan bahwa budaya akan tetap hidup jika terus diwariskan kepada generasi muda.

LSM Jaringan Warga Peduli Sosial Jawapes
LSM Jaringan Warga Peduli Sosial Jawapes

Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto, ST., CPLA., menyerahkan langsung piala dan sertifikat dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, prestasi, dan semangat berkarya anak-anak Surabaya.

Juara Lomba Mewarnai Tingkat PAUD/TK diraih Kana (Juara I), Aretha Ayu Sasikirana (Juara II), dan Putri Chayara (Juara III). Juara Lomba Menggambar Tingkat SD Kelas 1–3 diraih Maryam Nur Azizah (Juara I), Alya Yuvi Zahsi Sabrin (Juara II), dan Abiyyah Ufairah Farzana (Juara III). Juara Lomba Menggambar Tingkat SD Kelas 4–6 diraih Aurelio Davin Rizki W. (Juara I), Aulia Izatun Nisa (Juara II), dan Vanessa Jesslyn (Juara III). Sementara Juara Lomba Literasi Menulis Cerita Tingkat SMP diraih Berlian Kusuma M. (Juara I), Siska (Juara II), dan Rizka Farie Ghoniyah (Juara III).

Rizal Diansyah Soesanto menegaskan bahwa GASPOL bukan sekadar festival, melainkan gerakan membangun masa depan generasi Surabaya.

"Selama tiga hari kita belajar bahwa masa depan tidak dibangun oleh mereka yang hanya menunggu kesempatan, tetapi oleh mereka yang berani belajar, berkarya, berkolaborasi, dan menciptakan peluang. Jangan wariskan rasa takut gagal kepada anak-anak kita, tetapi wariskan keberanian untuk bermimpi, bekerja keras, mencintai budaya, menguasai teknologi, dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi sesama. Itulah makna sejati GASPOL," tegasnya.

Rizal juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya, DPRD Kota Surabaya, seluruh perangkat daerah, dunia usaha, sekolah, komunitas, sponsor, relawan, pengisi acara, dan masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan GASPOL 2026.

Kegiatan ini mungkin telah berakhir, tetapi semangatnya harus terus hidup. Dari Balai Kota Surabaya lahir pesan kuat bagi seluruh masyarakat, jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pencipta lapangan kerja, jangan hanya bangga pada budaya, tetapi jadilah pelestarinya, jangan hanya menunggu perubahan, tetapi jadilah penggeraknya. 

Ketika anak-anak diberi ruang untuk berkreasi, pemuda diberi kesempatan untuk berkembang, dan masyarakat bersatu dalam kolaborasi, maka Surabaya sedang menyiapkan generasi yang unggul, berkarakter, inovatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. GASPOL 2026 pun diharapkan menjadi agenda kolaboratif tahunan yang terus melahirkan prestasi, menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat budaya lokal, dan menginspirasi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan dari Kota Pahlawan. (Red)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan