Jawapes, SIDOARJO – Ribuan lantunan sholawat menggema di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (1/7/2026) malam. Suasana religius yang sarat dengan nilai persaudaraan dan kebersamaan terasa begitu kuat saat sekitar 10.000 jamaah memadati lokasi pelaksanaan puncak SAYD (Sholawat Asyik Yuk Dzikir) yang dirangkaikan dengan pengajian akbar bersama Gus Iqdam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi momentum spiritual yang tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkokoh sinergi antara ulama, umara, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta kondusivitas wilayah.
Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo, Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., hadir langsung bersama jajaran Kodim 0816/Sidoarjo sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang mampu membangun karakter masyarakat yang religius, rukun, dan penuh kepedulian sosial.
Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian acara. Dengan tertib mereka memenuhi area pengajian, menciptakan suasana yang damai dan penuh kekeluargaan. Semangat kebersamaan tampak begitu kental ketika seluruh jamaah bersama-sama melantunkan sholawat sebagai ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan tawassul, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan Mars SAYD, sambutan Ketua SAYD, sambutan Kepala Desa Trompoasri, penyerahan santunan secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan, Mahallul Qiyam, hingga tausiyah atau mauidlotul hasanah yang disampaikan oleh Gus Iqdam.
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat keimanan, memperbanyak sholawat, menjaga persatuan, mempererat tali silaturahmi, serta menanamkan semangat saling peduli dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan-pesan yang disampaikan dengan bahasa sederhana namun menyentuh tersebut disambut antusias oleh para jamaah yang mengikuti pengajian hingga acara berakhir.
Selama berlangsungnya kegiatan, personel TNI dan Polri bersinergi melaksanakan pengamanan secara maksimal di seluruh area kegiatan. Kehadiran aparat keamanan memberikan rasa aman dan nyaman bagi ribuan jamaah sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif.
Di sela kegiatan, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti Pengajian Akbar SAYD memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
"Pengajian akbar bukan sekadar menjadi wadah untuk menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Kami dari Kodim 0816/Sidoarjo sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini yang mampu menyatukan ribuan masyarakat dalam suasana yang damai, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai-nilai spiritual," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa kekuatan suatu daerah tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui persatuan, toleransi, serta kedekatan antara masyarakat dengan seluruh unsur pemerintahan dan aparat keamanan.
"Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan serta ketenteraman wilayah. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita berharap semakin tumbuh kesadaran untuk saling menghormati, saling menjaga, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan harmonis. Kodim 0816/Sidoarjo akan terus hadir di tengah masyarakat, mendukung setiap kegiatan positif yang mampu memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan," tegasnya.
Berakhirnya kegiatan Puncak SAYD dan Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam menjadi penanda suksesnya sebuah agenda keagamaan yang mampu menghadirkan harmoni di tengah masyarakat. Ribuan jamaah yang hadir membuktikan bahwa sholawat dan majelis ilmu tetap menjadi perekat kuat dalam membangun persatuan, memperkokoh nilai-nilai religius, serta mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri demi mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang aman, damai, religius, dan semakin guyub.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments