Gerudug Kantor Mandiri Taspen Purwokerto, Ratusan Nasabah Desak Pembatalan Kredit Dana Pensiun

Interaksi pihak Bank Mandiri Taspen Purwokerto dengan para nasabah dalam aksi damai 



Jawapes, BANYUMAS - PT. Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) adalah perusahaan perbankan di Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT. Taspen (Persero). Bank ini secara khusus berfokus menyediakan layanan keuangan seperti tabungan, deposito dan kredit bagi para pensiunan TNI, Polri serta Veteran.

Namun tak selayaknya seperti salah satu Bank milik BUMN ini, Kantor Cabang Bank Mandiri Taspen Purwokerto kini sedang bergejolak hingga viral di media sosial maupun pemberitaan terkait permasalahan dengan nasabahnya. Kasus tersebut mencuat ketika segelintir nasabah tidak menerima hasil bulanan pensiunan akhir-akhir ini dan berkembang mencapai 127 nasabah yang dianggap menjadi korban rayuan manipulasi akad kredit Bank Mandiri Taspen Purwokerto dengan mengotak atik model skema pinjaman dan deposito dana pensiun. Tak main-main, total dana pensiunan tersebut diduga tembus hingga diangka Rp. 27 Milyar. 

Akibat merasa dirugikan, ratusan nasabah pun berunjuk rasa di depan Kantor Cabang Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Jumat pagi (26/06/2026) sekira Pukul 09.00 Wib hingga sore hari dan terjeda pada pukul 11.30 guna tunaikan ibadah shalat Jumat.

Usut punya usut yang dihimpun, berdasarkan keterangan salah satu nasabah dari Pensiunan Pegawai Pemkab Banyumas yang tidak mau disebutkan namanya berinisial NN mengungkapkan, bahwa setelah pensiun awalnya akan melakukan permohonan kredit sebesar Rp.50 Juta. Namun pada saat berproses pengajuan ke Bank Mandiri Taspen Purwokerto, ada sebuah tawaran untuk dinaikan menjadi RP. 200 Juta dengan iming-iming cashback Rp. 10 Juta dan mendapatkan hasil bulanan sebesar RP. 5 Juta (bervariasi). Setelah dilakukan pencairan kemudian dana tersebut langsung dialihkan ke deposito. 

"Secara sistem, dana pensiun para nasabah akan terserap potongan dengan otomatis hingga belasan tahun kedepan. Transaksi itu berlangsung di KC Mandiri Taspen Purwokerto," ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Berbeda dengan korban lain, dari ahli waris nasabah KC Mandiri Taspen Purwokerto, Amir (32) menyampaikan, kenapa kami melakukan aksi ini karena orang tua kami merasa terdzolimi.

"Ibu kami pensiun guru disalah satu sekolah di Purwokerto pada tahun 2022. Berawal saat orang tua kami yang berniat mengambil dana pensiunan di Bank Mandiri Taspen Purwokerto, namun malah diajukan kredit. Dari situ kami sudah mulai curiga, dan juga tidak ada konfirmasi ke anak. Karena dari Bank Mandiri Taspen menyampaikan jangan sampai keluarga tau, dan tanpa alasan jelas," kata Amir dengan tegas.

Disini kami menggelar aksi, agar ada jawaban yang pasti dari Bank Mandiri Taspen terkait dengan pembatalan kredit yang setiap bulan dilakukan potongan auto debit sehingga uang pensiunan orang tua kami terkuras habis.

Pihak Pimpinan Bank Mandiri Taspen Purwokerto 

"Awal kecurigaan di Bulan Februari, dimana orang tua baru berani bercerita mengungkapkan ke anaknya bahwa ternyata ada pengajuan kredit dan segala macam. Untuk nominal total kredit ada Rp. 350 Juta," ungkapnya.

Dana pensiun sudah tidak ada, dan kehidupan orang tua kami anak-anaknya yang menanggung.

"Dana pensiun bulanan orang tua kami sekitar Rp. 5 juta, dan disedot langsung secara auto debit oleh pihak Bank Mandiri. Ditotal itu selama 12 tahun lamanya," paparnya.

Untuk masalah ini, lebih lanjut Amir menegaskan, kami menggunakan kuasa hukum Joko Susanto SH dari LBH Peradi Sai Purwokerto.

"Banyaknya korban yang ada, sehingga kami menyatukan satu suara untuk melakukan aksi damai ini dengan tuntutan pembatalan kredit yang cacat, uang dari dana pensiunan untuk tetap tidak ada potongan serta penghapusan kredit seluruh para korban dan uang kembali," pintanya.

Sementara dari kuasa hukum para korban Bank Mandiri Taspen, Joko Susanto SH disela aksi mengatakan, sangat menyesalkan bahwa dia sebagai staf dan karyawan Bank Mandiri Taspen Purwokerto atas dasar apa. Untuk menemui nasabah saja sekarang sudah tidak berani, bahkan takut dan menghindar daripada nasabah.

"Saya tidak akan menyerah bahkan sudah memasang tenda. Kita berharap, mudah-mudahan Mandiri Taspen Purwokerto bisa terketuk hatinya untuk segera menyelesaikan masalah ini dengan baik, minimal bertanggungjawab. Kepada Presiden, Gubernur, Bupati, Ketua DPR, Ketua Partai Politik tolong dengarkan, ini masyarakat Banyumas sedang sakit, para purnawirawan sedang di Dzolimi oleh lembaga keuangan yang notabennya adalah milik Negara," tandasnya.

Saya selaku kuasa hukum tidak akan menyerah, lanjutnya, bahkan para nasabah siap mati, siap berjuang untuk mempertahankan karna waktu yang sangat panjang, yaitu 20 tahun para nasabah harus menanggung hutangnya.

"Kalau perlu hari berikutnya kita akan terus menerus mengadakan aksi damai sampai Bank Mandiri Taspen mau mempertanggung jawabkan dan melindungi kepada para nasabah," tutup Joko Susanto SH.

Adapun pihak Bank Mandiri Taspen Purwokerto saat dikonfirmasi kejelasan permasalahan ini, melalui Betti Indira Sari Siagian menyampaikan, ajakan kepada nasabah (korban) untuk berkordinasi menempuh jalur hukum dengan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Polresta Banyumas, Namun hal itu di indahkan oleh para nasabah yang menggelar aksi dengan bersorak menolak.

"Kami berempati dan turut prihatin (sorakan aksi menggelegar tidak butuh empati, butuh tanggung jawab). Mari kita berkoordinasi untuk melaporkan," katanya dihadapan masa aksi.

Berbagai poster aksi yang terpampang dengan tulisan "Batalkan Kredit Cacat Kembalikan Hak Kami, Stop Alihkan Tanggungjawab ke Oknum..!! Penipuan Terjadi di Bank, Bank Mantap (Mandiri Taspen) Tidak Aman !! Lansia Ditipu dan di Rampok di Bank, Awas Deposito Palsu, Jebakan Kredit Lebih Horor Dari Pinjol, Kembalikan Uang Kami dan lainnya menjadi bukti catatan bahwa diduga para nasabah pensiunan adalah korban dari persekongkolan internal Kantor Cabang Bank Mandiri Taspen Purwokerto.(Cpt)
Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan