Jawapes, BANJARNEGARA - Maraknya kasus pencurian sepeda motor (curanmor) mendorong warga sekolah SMK Cokroaminoto Wanadadi, Banjarnegara, Jawa Tengah, untuk melahirkan sebuah inovasi teknologi. Berkolaborasi antar-jurusan, mereka menciptakan sistem pengaman kendaraan pintar yang diberi nama SIKAMOT SCW (Sistem Kendali Keamanan Sepeda Motor SMK Cokroaminoto Wanadadi).
Inovasi ini memanfaatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) sebagai basis verifikasi utama untuk menyalakan mesin kendaraan.
Sistem SIKAMOT SCW dirancang untuk memberikan lapisan keamanan digital di luar kunci mekanis konvensional yang selama ini dinilai rentan dibobol. Dengan sistem ini, sepeda motor hanya dapat diaktifkan setelah perangkat memindai dan mengenali data e-KTP milik pemilik kendaraan yang telah didaftarkan ke dalam sistem.
Apabila e-KTP yang digunakan tidak sesuai atau belum teregistrasi, mesin sepeda motor dipastikan tidak akan bisa menyala, meskipun kunci kontak kendaraan telah dirusak secara paksa oleh pelaku kejahatan.
Lahirnya SIKAMOT SCW merupakan buah dari sinergi dua kompetensi keahlian yang ada di SMK Cokroaminoto Wanadadi, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Sepeda Motor (TSM).
Di balik keberhasilan proyek ini, terdapat kolaborasi solid dari Tim Pengembang SIKAMOT SCW yang terdiri dari guru dan siswa bertalenta:
Edzar Surya Alghani (Siswa Kelas XII TSM B) – Fokus pada integrasi kelistrikan dan mekanis kendaraan.
Andika Rizki Saputra (Siswa Kelas XII TKJ A) – Fokus pada rancangan sistem elektronik dan pemrograman.
Suswan, S.Pd (Guru TSM) – Pembimbing teknis mekanis sepeda motor.
Umar Abdru Rahman, S.Kom (Guru TKJ) – Pembimbing sistem pemrograman dan database.
Enggar Budhi Prasetyo, S.Pd (Guru TSM) – Pembimbing teknis dan implementasi kelistrikan.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) di sekolah kejuruan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan riil di tengah masyarakat.
Kepala SMK Cokroaminoto Wanadadi, Soeprijadi, S.Kom, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh tim pengembang tersebut. Beliau berharap SIKAMOT SCW tidak berhenti hanya sampai di level purwarupa (prototype) sekolah.
"Kami berharap inovasi SIKAMOT SCW ini dapat terus disempurnakan dan ke depan bisa diproduksi secara massal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. Ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan solusi berbasis teknologi. Semoga karya dari tim pengembang kami ini juga mendapat dukungan dari pemerintah maupun sektor industri untuk pengembangannya," ujar Soeprijadi, S.Kom.
Meski saat ini berfokus pada autentikasi e-KTP, tim pengembang SIKAMOT SCW memproyeksikan alat ini untuk dikembangkan lebih lanjut. Beberapa fitur mutakhir yang direncanakan untuk melengkapi sistem ini di masa depan meliputi:
- Sistem pelacakan lokasi kendaraan berbasis GPS (GPS Tracking).
- Fitur monitoring berkala melalui aplikasi smartphone.
- Sistem notifikasi otomatis saat mendeteksi adanya upaya pembongkaran paksa.
- Integrasi database kepemilikan kendaraan yang lebih luas.
Melalui slogan "Satu e-KTP, Satu Kendali, Satu Langkah Mencegah Pencurian Kendaraan," inovasi dari Banjarnegara ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif pengaman kendaraan yang terjangkau, efektif, dan siap diaplikasikan secara massal untuk menekan angka kriminalitas curanmor di Indonesia.(Heri)
View

إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments