Jawapes, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sebanyak 2.213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berstatus suspend hingga 29 Mei 2026 karena belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
“Sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah disuspend,” ujar Nanik.
Menurut Nanik, langkah suspend dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi untuk memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar keamanan pangan, sanitasi, tata kelola, serta kualitas layanan gizi bagi para penerima manfaat.
“SPPG yang disuspend bukan ditutup permanen. Penghentian sementara dilakukan agar pengelola dapat melakukan perbaikan sesuai standar yang telah ditetapkan BGN. Setelah memenuhi seluruh persyaratan, SPPG dapat kembali beroperasi,” tegas Nanik.
BGN menyebut penghentian sementara dilakukan berdasarkan hasil inspeksi lapangan, laporan masyarakat, masukan pemerintah daerah, serta evaluasi terhadap berbagai temuan operasional.
Mayoritas dapur MBG yang disuspend terkendala standar sanitasi, keamanan pangan, infrastruktur, IPAL, manajemen operasional, hingga kualitas layanan gizi. Wilayah Jawa, termasuk Jawa Timur, menjadi daerah dengan jumlah suspend terbanyak karena masih ditemukannya sejumlah ketidaksesuaian standar.
Nanik menegaskan BGN berkomitmen memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar sehingga makanan yang diterima masyarakat aman, sehat, dan berkualitas.
“Tujuan utama kami adalah memastikan layanan MBG berjalan baik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Karena itu, setiap temuan akan ditindaklanjuti melalui pembinaan dan evaluasi,” pungkasnya. (Red)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments