Jawapes, Probolinggo – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, dr. Siti Romlah menuntaskan komitmennya dalam mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dua program strategis: penguatan keamanan sekolah dan literasi siswa.
Momentum tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang dipusatkan di SMPN 9 Kota Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas 2026). Senin (4/5/26) Pagi.
Siti Romlah menjelaskan bahwa pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman merupakan langkah pencegahan untuk menjamin suasana belajar yang kondusif. Ia menilai, kemampuan berpikir dan kecerdasan siswa hanya dapat berkembang maksimal jika didukung oleh lingkungan yang stabil.
"Kecerdasan siswa tidak akan berkembang optimal tanpa dukungan dari lingkungan yang memadai. Pokja ini dibentuk untuk menjamin keamanan dan kenyamanan mereka selama di sekolah," ujar Siti Romlah.
Selain itu, Disdikbud juga menggandeng kolaborasi dilintas sektor yang melibatkan Polres Probolinggo Kota, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial. Hingga tingkat kecamatan, Sinergi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan secara menyeluruh, mulai dari kasus perundungan (bullying), kekerasan fisik di lingkungan sekolah serta pencegahan ancaman kejahatan di ruang digital.
Sebagai pendukung, diluncurkan pula sistem digital terintegrasi yang berfungsi sebagai sarana komunikasi pencegahan sekaligus wadah pelaporan masalah secara cepat dan transparan.
Selain aspek keamanan, Disdikbud juga menyoroti capaian literasi dengan meluncurkan ribuan buku hasil karya siswa, Program ini menjadi penggerak minat baca-tulis sekaligus penguatan karakter anak didik di Kota Probolinggo.
Kadis Romlah juga menegaskan bahwa seluruh koleksi buku tersebut difokuskan sebagai referensi bacaan internal di lingkungan pendidikan setempat dan tidak diperjualbelikan secara bebas.
"Sebagai solusi agar tetap bisa dibaca luas, masyarakat dapat mengakses karya-karya tersebut secara daring melalui platform digital resmi yang dikelola oleh Disdikbud," tambahnya.
Untuk memberikan perlindungan hak intelektual, Disdikbud Kota Probolinggo berkomitmen melakukan verifikasi agar seluruh karya siswa terdaftar secara resmi di Perpustakaan Nasional.
"Saat ini sebagian karya sudah mengantongi ISBN (International Standard Book Number). Ini merupakan bukti nyata bahwa kreativitas anak-anak Probolinggo telah diakui secara nasional," pungkasnya, (Id/adv)
View



إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments