Jawapes Jakarta – Menanggapi pemberitaan berjudul “Lanjutan Kasus Penipuan Instrumen Bank Mandiri, JCW Ungkap Nama Pelaku dan Perannya” yang mengungkap dugaan sindikat penipuan instrumen perbankan dengan kerugian hingga puluhan miliar rupiah, Faisal Aqwan menyampaikan keberatan serta melakukan verifikasi sebagai bentuk penggunaan hak jawab.
Dalam pemberitaan tersebut, Faisal Aqwan disebut diduga sebagai pihak yang berperan mencari dan menghubungkan korban dengan pihak yang diklaim memiliki akses ke Treasury perbankan. Atas hal itu, Faisal memberikan klarifikasi tegas.
“Saya tidak tahu sama sekali terkait kasus ini. Bahkan penggunaan foto saya dalam perkara ini tidak ada hubungan apa pun dengan diri saya. Justru saya dirugikan karena foto saya diduga digunakan oleh pihak tertentu tanpa izin,” tegas Faisal, Senin (1/4/2026).
Ia juga membantah pernah mengaku sebagai staf perbankan maupun memiliki kewenangan dalam penerbitan instrumen keuangan.
“Saya tidak pernah mengklaim sebagai staf Bank Mandiri ataupun memiliki akses ke Treasury seperti yang dituduhkan,” ujarnya.
Faisal menegaskan tidak pernah menerima aliran dana dalam bentuk apa pun dari kasus tersebut.
“Saya tidak menerima aliran dana sepeser pun dan tidak terlibat sama sekali dalam dugaan penipuan tersebut,” lanjutnya.
Ia menyatakan siap memberikan klarifikasi kepada pihak berwenang dan meminta agar perkara ini segera diproses secara hukum agar jelas dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
“Saya siap diklarifikasi kapan pun diperlukan dan memohon agar persoalan ini segera diproses agar terang benderang,” katanya.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa posisinya selama ini hanya sebagai konsultan eksternal (consultant) yang secara profesional bertemu klien dalam aktivitas yang wajar.
“Saya hanya konsultan luar, bertemu klien adalah hal yang lumrah. Saya memiliki hubungan profesional yang baik dengan sejumlah perbankan di Indonesia sebagai konsultan perbankan nasional,” jelasnya. (KB01)
View

إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments