Terkejut melihat kondisi korban yang bersimbah darah di bagian kepala, Mailin segera mengurungkan niatnya mengangkut kayu. Ia langsung berlari meminta pertolongan kepada perangkat Desa Tanjungrejo, yang kemudian meneruskan laporan tersebut ke Mapolsek Tongas.
Mendapat laporan dari warga, aparat kepolisian dari Polsek Tongas langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian (TKP). Bersama warga sekitar, petugas mengevakuasi tubuh Yuliana dengan kondisi lemah menggunakan ambulans terdekat menuju RSUD Tongas untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sementara dokter jaga RSUD Tongas, dr. Benny, menjelaskan kondisi pasien bahwa korban tiba di ruang IGD dalam keadaan koma atau tidak sadarkan diri.
Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan luka robek yang cukup dalam di bagian puncak kepala korban dengan panjang sekitar 3 hingga 4 sentimeter.
"Tim medis langsung melakukan tindakan cepat berupa penjahitan pada luka di kepala korban. Saat ini, pasien masih dalam pemantauan ketat di ruang perawatan karena kondisinya belum stabil dan belum bisa dimintai keterangan," ujar dr. Benny dalam keterangan pihak kepolisian.
Di lokasi kejadian, Tim Inafis dan unit Reskrim Polsek Tongas langsung melakukan olah TKP. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian yang dikenakan korban berupa baju berwarna hitam dengan motif putih yang bercak darahnya mulai mengering.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik tergeletaknya Yuliana masih menjadi teka-teki. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah perempuan tersebut merupakan korban tindak kekerasan atau menderita kecelakaan saat beraktivitas di sawah.
Aiptu Anang Farid, Kanit Reskrim Polsek Tongas, menyebutkan bahwa pihaknya terus mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap penyebab pasti luka di kepala korban. Sejumlah saksi, termasuk pemilik lahan dan warga yang pertama kali berada di lokasi, telah dimintai keterangan awal.
"Kami masih melakukan penyelidikan intensif di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah mengumpulkan bahan keterangan (baket) dan mencari saksi-saksi lain yang mungkin melihat keberadaan korban sebelum ditemukan tergeletak," ungkap Aiptu Anang Farid Saat dihubungi
Anang menambahkan, pihak kepolisian juga telah menerbitkan Laporan Polisi (LP) dan meminta hasil visum et repertum dari pihak rumah sakit. Upaya koordinasi dengan pihak keluarga korban di Nguling, Pasuruan, juga sedang dilakukan untuk menelusuri riwayat perjalanan korban.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi sekecil apa pun jika melihat hal mencurigakan di sekitar lokasi sebelum kejadian. Kasus ini akan kami usut tuntas hingga menemukan titik terang mengenai penyebab luka yang diderita korban," pungkas Kanit Reskrim dengan tegas.(Id)
View
.jpg)

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments