Jawapes, SIDOARJO – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah Desa Sidomojo menggelar rapat Musyawarah Desa Khusus terkait pemanfaatan Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, dengan suasana penuh kebersamaan dan partisipatif.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sidomojo Achmad Fatoni, Babinsa Desa Sidomojo Serda Adi Susanto, Ketua BPD H. Ali Rodi beserta anggota, Pendamping Desa Fahri, para Ketua RW dan RT, perwakilan warga, serta pengurus BUMDes yang diketuai oleh Adi S.
Kehadiran seluruh elemen desa ini menjadi bukti kuat sinergi dalam merencanakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Sidomojo yang menekankan pentingnya pemanfaatan Dana BKK secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
Ketua BPD dalam sambutannya turut mengingatkan agar setiap program yang direncanakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa melalui BUMDes.
Pendamping desa juga memberikan arahan teknis terkait pengelolaan dana serta mekanisme pelaksanaan program agar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Memasuki acara inti, peserta musyawarah aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai masukan serta aspirasi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab secara terbuka.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 0816/09 Krian, Serda Adi Susanto, turut memberikan pandangan yang konstruktif dan solutif. Ia menegaskan bahwa program ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama, mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar hasilnya benar-benar dirasakan bersama.
Lebih lanjut, Serda Adi Susanto juga mendorong optimalisasi peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa. Ia berharap BUMDes dapat mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal, sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli desa serta membuka lapangan kerja bagi warga.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, keamanan, dan ketertiban selama pelaksanaan program agar berjalan lancar dan sukses.
Kegiatan musyawarah desa ini ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui ramah tamah antar peserta. Diharapkan, hasil musyawarah ini dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing melalui pemanfaatan Dana BKK Provinsi yang tepat guna dan tepat sasaran. (Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments