Jawapes, SIDOARJO – Suasana penuh khidmat dan sarat makna spiritual mewarnai pelaksanaan Ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Paroki Salib Suci, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (3/4/2026). Ibadah yang menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Paskah ini diikuti sekitar 1.000 umat dengan penuh kekhusyukan.
Sejak pagi hari, jemaat tampak berdatangan secara tertib dan teratur, memenuhi area gereja dengan semangat iman yang tinggi. Kehadiran umat dari berbagai kalangan ini mencerminkan kuatnya nilai religius serta antusiasme dalam memperingati Jumat Agung sebagai momentum refleksi pengorbanan Yesus Kristus.
Ibadah dipimpin oleh Romo Sony dengan mengangkat tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”. Dalam suasana hening dan penuh penghayatan, umat mengikuti setiap rangkaian liturgi dengan tertib. Khotbah yang disampaikan menekankan pentingnya membangun kehidupan persekutuan yang dilandasi kasih, kepedulian, dan semangat saling menguatkan antar sesama.
Romo Sony mengajak seluruh umat untuk terus menumbuhkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, semangat kebangkitan Kristus hendaknya menjadi inspirasi untuk memperbaiki diri serta mempererat hubungan sosial yang harmonis.
Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, Babinsa bersama aparat terkait turut melaksanakan monitoring dan pengamanan di lokasi ibadah. Kehadiran aparat TNI menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi seluruh umat dalam menjalankan ibadah.
Batuud Koramil 0816/16 Waru, Peltu Pamuji, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat yang harmonis. “Ibadah Jumat Agung ini bukan hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Kristiani, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman agar seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara aparat keamanan, pengurus gereja, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Dengan kerja sama yang solid, setiap kegiatan keagamaan dapat terlaksana dengan tertib dan tanpa kendala berarti.
Seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Momentum ini tidak hanya memperkuat keimanan umat, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta menumbuhkan semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Sidoarjo.(Tyaz)
View

إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments