Top News

Revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo Rampung, Pagar Proyek Dibuka Jelang Peresmian


  (Foto Dok: Ida y jawapes Probolinggo) 

PROBOLINGGO, Jawapes - Wajah baru Alun-alun Kota Probolinggo dipastikan segera dapat dinikmati oleh masyarakat luas dalam waktu dekat. Menandai tuntasnya seluruh pengerjaan fisik pada ikon kota tersebut, pagar pembatas proyek yang selama ini menutup area mulai dibongkar secara bertahap pada Kamis (8/1/2026) pagi.

Pembongkaran penutup area hasil revitalisasi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan akhir menjelang peluncuran resmi (launching).

Rencananya, peresmian besar tersebut akan dilaksanakan secara serentak pada Sabtu (10/1/2026) mendatang sebagai kado bagi warga kota.

Langkah pembukaan akses ini dilakukan setelah selesai melalui tahap sterilisasi dan pembersihan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Probolinggo pada Rabu (7/1/2026). Upaya tersebut diambil untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar prima dan bebas dari sisa material konstruksi sebelum diserahterimakan secara resmi.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya menjelaskan bahwa pembongkaran pagar dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Menurutnya, tindakan ini merupakan instruksi langsung menyusul status progres pekerjaan yang telah dinyatakan rampung 100 persen.

"Revitalisasi yang dimulai sejak tahun 2025 ini telah selesai sesuai target waktu, dan Hari ini pagar dilepas karena secara teknis pekerjaan konstruksi sudah tidak ada lagi," ujar Angga saat di lokasi.

Proyek yang berjalan sejak tahun 2025 ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam menata ulang tata ruang kota. Revitalisasi ini tidak hanya menyasar pusat kota, tetapi juga mencakup beberapa titik strategis yang kini tampil lebih modern dan tertata.

Selain Alun-alun Kota, cakupan revitalisasi meliputi koridor utama di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Sudirman. Kedua jalur protokol ini mengalami perombakan besar guna menunjang mobilitas sekaligus mempercantik estetika pusat pemerintahan.

Tak hanya jalan protokol, renovasi juga menyentuh area publik di sekitar pintu utara Pasar Baru atau GOR Ahmad Yani. Titik-titik ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan olahraga yang lebih baik bagi masyarakat Probolinggo, Seluruh titik tersebut kini telah memasuki fase pasca-konstruksi dan siap difungsikan secara penuh setelah proses seremonial akhir pekan ini.

Meskipun pagar pembatas telah dibuka, Angga menegaskan bahwa akses masyarakat umum masih dibatasi secara ketat hingga hari peresmian lusa, Hal ini dilakukan demi menjaga kondusivitas area yang masih dalam persiapan final menuju acara puncak.

Demi menjaga kondusivitas selama masa transisi dari fase konstruksi ke operasional, pengamanan ketat pun diberlakukan. Sejumlah personel gabungan dari polri, Dinas LLAJ, dan Satpol PP dikerahkan untuk bersiaga secara intensif di sekitar lokasi proyek.

Angga menjelaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan bentuk pengamanan preventif demi melindungi aset daerah. "Tujuannya untuk menjamin keamanan fasilitas baru dari potensi kerusakan atau gangguan sebelum dilakukan peresmian," Tegas Angga

Di sisi lain, tuntasnya pembangunan fisik ini segera diikuti dengan kajian mendalam terkait manajemen operasional kawasan. Pemerintah Kota kini tengah mematangkan konsep penataan pujasera agar kehadirannya selaras dengan estetika baru pusat kota yang kini tampil lebih modern.

Secara spesifik, penyesuaian konsep akan menyasar area pujasera yang berada di sisi timur alun-alun. Pemerintah berkomitmen melakukan penataan agar area kuliner tersebut lebih terintegrasi dengan desain lengkap terbaru serta memberikan kenyamanan lebih bagi para pengunjung.

Selain aspek estetika bangunan, penertiban parkir menjadi poin utama dalam pengelolaan wajah baru di kawasan tersebut. Pemerintah juga berkomitmen tidak akan memberikan ruang bagi parkir liar yang dinilai dapat merusak keindahan dan mengganggu fungsi kenyamanan publik di sekitar lokasi.

Tuntasnya revitalisasi ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk menerapkan aturan ketertiban umum secara lebih tegas. Penataan parkir dilakukan sebagai upaya menjaga agar fungsi ruang publik tidak tergerus oleh penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukan atau parkir sembarangan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Probolinggo, Muhammad Dahroji, mengungkapkan bahwa skema zonasi parkir telah disiapkan dengan matang. Pengaturan ini bertujuan untuk menciptakan sirkulasi kendaraan yang tertib dan menghindari titik kemacetan di sekitar jantung kota.

Berdasarkan skema tersebut, kendaraan roda dua diarahkan untuk parkir di sisi timur kawasan serta sisi barat, tepatnya di utara Masjid Agung. Sementara itu, kendaraan roda empat telah disediakan ruang parkir khusus yang dialokasikan di sisi utara dan selatan kawasan.

"Kebijakan ini selaras dengan Peraturan Wali Kota Nomor 44 Tahun 2025 yang mengatur tentang penataan lokasi usaha dan kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL). Melalui integrasi antara keindahan fisik dan ketertiban regulasi, kami optimis wajah baru Kota Probolinggo akan lebih nyaman," pungkas Angga. (Id)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

أحدث أقدم

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan