Jawapes Surabaya – Unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu malam (30/8/2025), berujung ricuh setelah oknum demonstran melempar bom molotov ke sisi barat gedung. Ledakan kecil memicu kobaran api yang cepat menjalar hingga membakar ruang pers dan area kerja wakil gubernur.
Pantauan wartawan Jawapes di lokasi, asap pekat membumbung tinggi ke langit Surabaya. Sejumlah sepeda motor dan fasilitas di sekitar Grahadi ikut terbakar, bahkan terdengar ledakan dari kendaraan yang terbakar. Suasana semakin mencekam ketika massa makin beringas dan merusak fasilitas sekitar.
Upaya pemadaman terkendala karena kerumunan massa yang padat. Api masih membara dan situasi belum terkendali hingga berita ini diturunkan. Aparat keamanan sempat mundur dari gerbang utama karena kalah jumlah dibanding massa.
Tidak hanya membakar gedung, massa juga menjarah sejumlah barang dari dalam Grahadi, mulai dari komputer, karpet, perangkat elektronik hingga kasur. Sebagian massa bahkan menyanyikan lagu Indonesia Raya di tengah kobaran api.
Salah satu saksi mata, warga Banyu Urip bernama Arif (38), mengaku kaget melihat kobaran api yang begitu cepat membesar. “Awalnya saya dengar suara ledakan kecil, lalu terlihat api langsung menyala besar di bagian barat Grahadi. Asap hitam pekat menutup langit, motor di sekitar ikut terbakar. Suasananya mencekam sekali,” ujarnya kepada wartawan Jawapes di lokasi.
Gedung Negara Grahadi yang menjadi simbol pemerintahan Jawa Timur kini mengalami kerusakan parah di bagian barat. Polisi dan TNI masih bersiaga di sekitar lokasi, sementara petugas pemadam terus berupaya menjinakkan api. (Dnil)
View
Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments