Rawan Terjadi Kebakaran, Warga Sekitar Lokasi Ingin TPS Dipindah


Jawapes Situbondo - Telah terjadi kebakaran pada dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, Minggu (13/9/2020) di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di lahan milik PG Wringin Anom, Jalan Raya Wringin Anom Timur sebelah Apotek Wringin Indah, Kecamatan Panarukan.

Awal adanya kebakaran diketahui oleh Hendro (52) salah satu warga yang rumahnya bersebelahan. Dibantu beberapa orang langsung berupaya memadamkan kobaran api yang menjalar dan mulai membesar. Sampai berita ini ditulis belum diketahui pasti penyebab terjadinya.

"Saat akan ambil wudhu mau sholat subuh melihat arah timur. Ada kobaran api menyala tinggi sampai batas tembok. Saya langsung ke depan ternyata tumpukan sampah telah terbakar. Kobaran api cukup besar sampai mendekati sisi tembok luar rumah. Segera saya ambil selang air untuk memadamkan dan dibantu beberapa warga," jelas Hendro.

Selang satu jam dari kejadian, petugas pemadam kebakaran datang memadamkan kobaran api yang masih tersisa.

Kebakaran tersebut bukan yang pertama kali, dan membuat khawatir warga setempat. Mengingat sekitar lokasi dekat dengan kabel - kabel listrik dan dekat pemukiman penduduk.

"Ini sudah kesekian kalinya. Untung tidak menjalar ke rumah saya dan warga terdekat yang paling beresiko juga kabel listrik," keluh Rahayu yang rumahnya tepat di samping tempat pembuangan sampah.



Lebih lanjut dia berharap adanya perhatian dari pihat terkait serta menginginkan agar tempat pembuangan sampah ditutup dan dipindah ke tempat lain yang tidak berpotensi membahayakan. Keinginan tersebut juga senada dengan beberapa warga sekitar tempat pembuangan sampah.

Sementara Kades Wringin Anom Miskali begitu ada laporan kebakaran segera datang ke lokasi. Di tempat terpisah kades menyampaikan terkait keinginan tersebut berjanji akan segera menindak lanjuti.

"Karena ini ada ijinnya sebelum saya menjabat. Jadi saya akan konfirmasi dulu pada RT, RW, Tomas, lingkungan. Minimal ada semacam kroscek," ujar kades. (Fino)

join

join


kali berita ini telah dibaca

Post a comment

0 Comments

wa